Selasa, 02 Februari 2016

Balada Mengejar Ilmu #3

Halo para pembaca yang setia menunggu postingan saya (?) *emang ada yang mau nunggu* dan yang pasti para pembaca yang Budiman (?) jumpa lagi dengan saya Dody. Holaaaah setelah beberapa bulan menjalani semester 3 alias semester 103 rasanya LEGHAAAAAAAA banget (Puji Tuhan)…. Gimana gak LEGHAAAAAAA di semester ini lah, para mahasiswa tingkat 2 diuji kesabarannya *HalaH*, semester yang rasanya ingin pengen cepet-cepet ngelamar orang, tapi sayang belum ada calonnya. Semester yang rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya, tapi sayang takut disangka Gila, entar gue masuk Jonggol lagi -_- (apa pula Jonggol). Iyupz semester ini lah semester yang segala kegiatan akademik dan non akademik (re: Organisasi) harus diselesaikan, bagaimana enggak? Dalam semester ini perkuliahan yang harus diselesaikan ada 22 SKS dengan 1 (satu) mata kuliah umum (MKU), 1 (satu) Mata kuliah dasar kependidikan (MKDK), dan 8 (delapan) Mata Kuliah Bidang Studi Dan Keahlian Penunjang (MKBK) alias 10 mata kuliah T___T, dan kepanitiaan yang harus diselesaikan ada 5 (lima) kepanitiaan yang berbeda, itu pun gak semuanya kerja maksimal. Tapi dengan niat, usaha, dan doa serta sokongan teman-temanlah yang membuatku tetap kuat. Puji Tuhan masih bisa merasakan pusingnya kuliah dan berorganisasi, setidaknya hidup gue kalo kata temen gue “Berfaedah” wkwkwk. Oke kayak biasanya gue akan ceritakan mata kuliahnya satu-persatu, Check This Out….

1. Ilmu Alamiah Dasar
IAD mata kuliah MKU yang berbobot 2 SKS ini, diberikan bertujuan agar para mahasiswa ilmu non-eksakta dapat mengerti ilmu kealamiahan dan dengan itu dapat melatih para mahasiswa agar memiliki daya pikir yang ilmiah serta dapat dipertanggungjawabkan. Kuliah yang kurasakan awalnya excited banget soalnya dosennya lawak juga nih, tapi semuanya berubah ketika Kesibukan dosen menyerang kami, yaps Dosennya jadi jarang hampir gak pernah masuk, hmm mungkin masuk ke kelas cum 3x pertemuan -_-, tugas-tugas yang diberikan ya biasa presentasi, resume film kelamiahan, dan mungkin yang paling seru adalah Observasi ke Taman Mini Indonesia Indah, ya walaupun bayarnya mahal  *curhat*, UTS dan UAS pun dikerjakan pula setelah UAS kuliah pun terhenti. Hmmm walaupun sejujurnya dalam kuliah ini aku kurang mendapatkan apa-apa ya tapi kita kan mahasiswa jadi harus mandiri, tapi walaupun mandiri juga siapa tempatku bertanya-tanya materi, yang notabenenya materi IPA, beda kayak gue anak IPS, ah sudahlah semoga Ilmunya dapat bermanfaat bagi gue, walau dikit.

2. Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
PPTK alias Propen Mata Kuliah dari MKDK yang berbobot 2 SKS ini, diberikan kepada mahasiswa agar mahasiswa kependidikan dapat mengerti dan memahami tugasnya atau profesinya kelak sebagai seorang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, banyak yang dipelajari disini dari Supervisor, manajemen kurikulum, kesiswaan, Husemas, SarPras, Tenaga Kependidikan, dll. Hmm mata kuliah yang mengandalkan daya nalar dan baca yang cukup menantang karena banyak studi kasus yang terjadi dan dibahas disini contohnya pas Perayaan HUT PGRI di GBK yang dilarang Kemendikbud dan Kemenpan-RB. Mata kuliah ini gue yang jadi PJ Mata Kuliahnya, dan dosennya menurut gue mumpuni dalam mengajarnya, ya walaupun gue kadang gak enakan soalnya acara jurusan kuliah pernah sepi, walau gue panitia acara tapi gue tetep masuk, bahkan juga pernah gue minta liburin aja, takut bapaknya kecewa kalau gue paksa masuk, dan pada akhirnya pas udah selesai acara-acara bapaknya yang mulai gak masuk gara-gara sakit . Kuliahnya lebih ditekankan presentasi sih yang bikin makalah,pokoknya MKDK mah makalah mulu dah hehe. Seneng banget sebenernya gue belajar PPTK, bisa lebih melek sama kerjaan gue nanti di masa depan jadi guru Sejarah *AAMIIN*… 


3. Sejarah Lokal
 Kita mulai memasuki mata kuliah yang diberikan di Program studi, yang pertama kita akan bahas adalah mata kuliah SerLok atau SL atau Lokal mata kuliah yang berlangsung selama 2 SKS per minggu ini diberikan kepada mahasiswa untuk mengetahui sejarah lokalitas tiap juga akan membantu kamu-kamu dalam memahami sejarah Nasional, ibarat kata dengan mengetahui hal-hal yang kecil kita pasti akan bisa mengerti hal-hal yang besar, kurang lebih seperti itu tujuannya. Teruuuus dalam mata kuliah ini tugas-tugasnya juga lumayan bikin enjoy juga, materinya juga, dosennya ya juga bikin enjoy ya pas dosen ngasih tau materi dengan gaya pengajarannya entah gimana masuk aja dalam pikiran hehe… tugas-tugasnya juga kayak presentasi buku-buku (bedah buku), dan tugas studi makam-makam di Jakarta, dan daku pun dapat Makam yang paling luar biasa di Jakarta yaitu Makam Habib Ali di Kwitang yang kalau tiap pengajian Minggunya bisa banyak orangnya, terus juga beda kayak temen-temen gue sekali observasi selesai, kita harus 2 kali kunjungan, dan pas kunjungan 1 gak ada pengurusnya, pas kunjungan ke 2 juga gaada pengurusnya udah dah kita udah pasrah banget itu karena obser ke 2 ini kebetulan hari Selasa lagi libur, terus tugasnya dikumpulin besoknya (Rabu). Udah pasrah banget itu, udah mikir yaudahlah ya Tidak Lulus, dan kita semua berserah sambil kelaperan (makanin snack di pelataran tangga masjid), dan secercah harapan pun tetap ada kita disuruh balik sorenya, tapi entah kenapa kita gak mau beranjak dari tempat itu, dan tiba-tiba bapak marbotnya dating lagi memberikan Harapan besar dia berkata “Ketuanya tuh udah ada lagi dikantor” senyum simpul dah kita, langsung ngibrit ke kantor dan wawancara, setelah itu bapak ketuanya langsung siap-siap pergi ke Sukabumi, huft untung kita masih disana, kalo kita pergi kesana sore, bapak ketuanya tetep gak ada kan ke Sukabumi. UTS dan UAS diselesaikan, dan berakhirlah Matkul ini.

4. Sejarah Indonesia Masa Kolonial
Kolonial, mata kuliah ber 2 SKS ini diberikan kepada kita, bertujuan untuk mengetahui bagaimana sih kondisi dan peristiwa-peristiwa dari sosial, ekonomi, politik, dll di Indonesia pada masa Kolonial atau saat penjajahan Belanda, diluar masa VOC berarti sekitar tahun 1800-1900an. Mata kuliah ini sih tugas-tugasnya presentasi (tanpa makalah), dan mata kuliah ini ke-berserah-an gue terjadi juga wkwkwk. UTS (hampir) gak jadi alias hampir gak ada nilainya, tapi bersyukur bapaknya masih baik hehe, dan pas presentasi lumayanlah halangannya pas gue ngebahas perang Paderi adalah si Cristine Dobbin yang gue kira di silabus gak ada, tapi ternyata di silabus ada si dobbin (maafkan mahasiswa mu ini pak xD), dan pas UAS entahlah gue sangat berserah dengan gue juga gak belajar apa-apa, dan ada soal tentang gerakan melawan pemerasan yang emang gak dibahas di presentasi dank arena gue mengandalkan ngemerhatiin presentasi, dan soal itu gak dipresentasiin udahlah ngarang brbas jawabnya dengan bermodalkan baca silabus sebelum UAS ada conoh peristiwa yang gerakan petani semua peristiwa di silabus dakupun ngarang dengan logika dikertas jawaban UAS itu wkwkwk. Bapak dosen yang dulu KaJur ini punya daya kritis dan daya kejelian yang baik, maka gue presentasi pun bener-bener hati-hati, ditambah lagi bapaknya orang  Minang, dan gue ngebahas Paderi.  Sudahlah itu harus maksimal, tapi apa daya kesalahan mata liat silabus si Dobbin wkwkwk. UAS berakhir, Matkul ini juga berakhir.

5. Sejarah Asia Timur
AsTim, mata kuliah yang berdurasi 3 SKS ini bertujuan untuk kita dapat mengetahui kondisi dan peristiwa dari sosial, ekonomi, politik, dll di Negara kawsa  Asia Timur sana, yang focus utamanya ada tiga negara yaitu Tiongkok-Jepang-Korea, rentang waktunya pada masa Kuno hingga kontemporer. Dosennya enak ngajarnya dan menurut gue santai tapi serius, tugas-tugas juga gak memberatkan tapi bener-bener itu materinya, tugasnya itu Resume buku (Cuma satu), terus presentasi deh (pakai makalah). Terus UASnya sih yang paling bleger sih yaitu bikin Makalah (Paper), dan deadline tugas banyak (oke masalah banyak deadline tugas salah gue), bermodal niat minjem buku ke Perpus kampus, fotokopi di Pernas, dan pake buku pribadi akhirnya makalah 20 lembar (inget ini makalah berarti ada kata pengantar, footnote, daftar isi, pustaka, bab 1, 2, 3) sebagai tugas UAS pun selesai. Puji Tuhan hehe.


6. Teori Sosial Budaya
TSB, mata kuliah selama 3 SKS per minggu ini diberikan, agar para mahasiswa Sejarah yang sejatinya juga harus bisa nulis, bisa menganalisis dan mengaitkan peristiwa Sejarah dengan teori Sosial-Budaya yang ada, ibarat kata biar dalam tulisannya kita enggak hambar gitu, dan dengan teori-teori ini lah yang akan menambah khazanah dan kemenarikan tulisan kita, oke matkul ini diampu oleh dosen yang luar biasa dalam bidangnya yang kebetulan bidang penguasaannya banyak hehe, kuliah sama dia adalah presentasi materi, dan seperti biasanya dia akan menambahkan ketika dirasa kurang penyampaiannya sama kita yang presentasi, kuliah sama dia menarik sebenarnya, akan tetapi kadang AC di Lab Sejarah gak mendukung kami, kelaspun kegerahan, dan gue tipe kalo kegerahan ya kipas-kipas wkwkwk, tapi kadang AC nya bener, dan bisa juga pindah ke kelas adem, contohnya pas kelompok gue maju kitapun pindah kelas hehe, matkul ini membuat kelas lain iri, karena dari 3 kelas, bapak ini ngajar TSBnya hanya dikelas gue hehe. UTS pun dari nilai presentasi, dan pas presentasi gue ngawur banget ngebahasnya wkwk. UAS pun kita disuruh bikin Esai akhirnya. Esai selesai menandakan UAS, dan UAS menandakan Matkul ini selesai. Yeay.


7. Sejarah Politik dan Hubungan Internasional
SPHI, atau Politik HI, atau PHI, atau apalah itu engkau menamakannya, kuliah yang berlangsung selama 2 SKS ini bertujuan agar kita memahami dan mengerti konsep politik dan HI, terus juga tahu dan dapat menganalisis peristiwa Politik dan HI yang telah terjadi dari zaman lamapau, hingga konteks kekinian alias menganalisis berita dari Media massa, serta dapat memahami dan mengerti Politik dan HI pada masa Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi (hingga saat ini). Mata kuliah ini jujur dosennya enak ngajarnya, terus kekinian ilmunya, terus ngebahas bukunya juga gak berat dalam presentasinya. Presentasi dijalankan dua kali yaitu dari konsep Politik-HI secara internasional dan yang kedua Politik dan HI di Indonesia, selama kuliah dosennya bertanya dan memacu kita dalam menganalisis. UTS pun dijalankan dan entah soalnya kok susah bagi gue kwkwkwk, dan ternyata teman-teman gue pun merasakan hal yang sama wkwkwkkw, dan UAS pun juga dijalankan nah UAS ini keuntungan bagi gue karena debat, dan gue debatin Orde Lama, dan dapet Pro hehe gue seneng karena pas presentasi meteri gue juga Orde Lama, jadi masih bisa ngerti apalagi gue pikir Orde Lama tuh Politik dan HI nya bagus hehe. Oke debat selesai UAS selesai berarti kuliah ini berakhir, walau gue takut sama hasilnya wkwkwk.


8. Kurikulum dan Buku Teks Sejarah
KBT, mata kuliah 2 SKS ini bertujuan agar kita bisa memahami perkembangan kurikulum, perkembangan kurikulum mata pelajaran Sejarah, dan memahami perkembangan buku Teks Sejarah diharapkan bisa bikin modul pembelajarannya, waw kan yak hehe… Kuliahnya sendiri itu dari ibunya negejelasin materi, terus presentasi tentang Kurikulum dan Buku Teks, UTS pun dijalankan UTS nya takehome dank arena Take Home, maka gue ngerjain dirumah hehe (lagi tobat) wkwkwk, oke PPT dari dosennya pun gue buka-buka lagi, setelah itu presentasi dijalankan lagi dan waktunya membuat Modul pelajaran Sejarah, gue bikin Modul kelas XII Sejarah Peminatan IPS Kurikulum 2013 sesuai Permendikbud No 69 Tahun 2013 *tsah*, dan kubikinlah Modul itu dengan penuh cinta dan edit-edit sana-sini sesuai criteria Buku teks yang baik dan akhirnyaaa buku pun selesai dengan agak warna hehe, sebenarnya awalnya ngenes karena gue kira di print, you knowlah walau 15 lembar kalau berwarna semua tekor awak wkwkwk, tapi ternyata dalam softcopy hehe *Fiuh*, UAS pun dijalankan tapi ngerjainnya dikampus alias diawasi dosen . Kuliah sama dosen ini sebenarnya materinya bagus saat dia ajarkan, tapi sayangnya ibunya juga sibuk maklumlah wakil dekan, kadang temen gue juga suka tidur pas ibunya ngajar, dan ibuya juga kasian capek kadang ibunya ngantuk gitu, gue sih berusaha untuk terus merhatiin, gue takut aja nanti pas gue yang ngajar murid-murid gue ketiduran haft #MulaiMikirNgajar hehe… Tapi overall kuliahnya bener-bener bermanfaat kok bagi gue, kali aja bisa jadi Guru yang juga penerbit alias penulis buku Teks pelajaran Sejarah *Aamiin*


9. Filsafat Sejarah
Filser, kuliahnya 2 SKS. Denger mata kuliah ini udah bleger aja wkwkwk yaps dosennya yang mengampu luar biasa sekali hehe, kuliah ini diajarkan agar kita para mahasiswa dapat memahami filsafat sejarah. Filsafat sendiri kan membuat kita agar lebih bijaknsana dan gar kita bijak dalam sejarah, apalagi kita akan jadi guru biar kita ngajarnya juga gak sembarangan dengan ini juga kita bisa memberikan bahwa sejarah itu adalah ilmu yang multidisipliner. Kuliahnya kita baca buku ankersmith, terus juga bikin diagram cartesius dam karya atau pemikiran tokoh-tokoh masing-masing 5 dari Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, Eropa, Amerika, dan Indonesia, tugas selanjutnya yaitu diagram cartesius dan bikin synopsis buku dari dua tokoh kalau gue dulu dapet Cak Nur sama Ben Anderson, dan gue focus ke Cak Nur. Oh iya itu semua tugas kelompok yak, abis itu dipresentasiin deh selama 10 menit tiap kelompok sebagai nilai akhir. Oke setelah itu kuliah itupun selesai. Puji Tuhan :D


10. Statistika
Statistika, kuliah 2 SKS ini bertujuan agar kita ngerti statistika bisa itung2an ngerti materinya dan bisa digunakan ketika kita skripsi ambil Penelitian Kuantitatif yaitu korelasi, eksperimen, dan Komparasi. Tugas-tugasnya adalah presentasi, terus ngerjain soal statistika (pas UTS dan UAS) dan selesai deh kuliahnya, aku gabisa menulis apa-apa lagi, soalnya daku kurang ngerti matematika termasuk statistika, jadi mikir lagi ngambil skripsi kuantitatif soalnya susah wkwkkw, walau ada SPS (aplikasi ngitung kuanti) tapi kalo pas sidang disuruh ngitung manual, kumaha atuhlah wkwkwk.



Perkuliahan yang terjadi dari 31 Agustus 2015 hingga 13 Januari 2016, dirasa berat sekali terus banyak berserah banget sama kuliah-kuliah semester ini wkwkwk, kepasrahan dalam kuliah saat Pas Lokal gue gak ikut maju presentasi karena kecapekan PKMJ wkwk, terus Kolonial you knowlah itu UAS wkwkw, TSB gue gatau nulis apaan pas di esai pasrah banget walaupun saat penulisan pake Teori dari kelompok gue yang gue sendiri presentasi ngawur wkwkkw berserah dah pokoknyaaa huuufft… Dan pas UTS SPHI yang ternyata nilai gue 35 wkwkwk astagjim banget -_-, dan kuliah lain yang penuh dilemma. Setelah menunggu lama 22 Januari 2016 Siakad pun terbuka untuk liat KHS, temen2 gue udah liat IP dan gue bisa masuk web tapi gabisa Login haft, gue Login terus gabisa-bisa gue coba buka dari siang yang sebelumnya belum ada Menunya terus sampe sore udah penuh gabisa masuk wkwkkw, pas malam kelas dan personal chat dari adik kelas yang khawatir sama nilainya nanya-nanya ketentuan akademik, gue rada woles sih buat buka, gue udah pasrah se berserahnya kalau gue TL dalam beberapa mata kuliah karena ku akui kuliah semester ini astaga sekali wkwkkw tapi deg-degan jugaaaaa *Labil* haha…. Dan bisa kebuka pas tanggal 23 Januari 2016, gue takut sebenenarnya kalau jelek bisa bikin down gue karena tanggal 23 itu gue FGD di SMA gue -_-, takutnya kepikiran pas lagi ngobrol sama adek kelas masalah kuliah haft, gue pun kebuka siakdnya pas jam 02.00 pas tanggal 23 Januari 2016 lucunya adalah pas buka siakad itu lama banget, akhirnya buka FB ngeliat Profil orang setelah puas gue ke web siakad udah kebuka, terus login lama juga prosesnya, gue buka Profil FB orang lain lagi (orangnya beda) wkwkk, terus gue klik menu KRS/KHS gue ke FB lagi liat Profil orang lagi (terus-terus begitu) pas mau klik Semester 103 gue tungguin aja tuh pantengin Laptop tapi gak kebuka, akhirnya gue ke FB lagi liat profil orang lagi wkwkwk udah puas, gue liat KHS dan kebuka disini kita belajar bahwa nge-stalk orang itu gak kerasa banget waktunya daripada nunggu Siakad kebuka wkwkwk jadi lebih enak beraktivitas karena nungguin siakad kebuka itu gak enak :”( dan mulailah deg2an gue makin berpacu dan AAAAAAKKKKKHHHHHHHHH Puji Tuhan bagi Tuhan semesta alaaam nilai ku Terselamatkan aaahhhh walaupun turun tapi hasil 3,73 sangat memuaskan diri ini ahhh Puji Tuhan sekali ternyata Tuhan masih baik sama gue, dan Puji Tuhan Niat dan Usaha gak akan mengkhianati hasil banyak belajar sama semester 3 ini yaitu dalam time management, dan semoga bisa belajar banyak dari ini semuaa dannn bersiaplah Puji Tuhan liburannya lama yaitu 32 Hari alias lebih dari sebulan, ulalala selamat berhibernasi selamat datang liburan….. Semangat lebih berprestasi disemester depan apalagi semester 4 (104) udah megang organiasasi, Semoga amanah Ketua (Kepala) Divisi Advokasi dapat dijalankan dengan baik AAMIIN….. SEMANGAAAATTT…. :D… Semangat untuk terus berprestasi dalam Akademik dan Berorganisasi Yeaah……

Minggu, 10 Januari 2016

Filsafat (Pemikiran Cina)

Haiii world, jumpa lagi dalam Blog saya yang semakin berkembang ini haha :D....selamat 2016 ya kawan, semoga yang kalian semogakan dapat terwujud ya. Khususnya gue yang 2016 ini akan keluar IP nya *teringat akademik* dan akan lengser serta (entah) naik lagi di Organisasi yang di "Rumah" atau di "Rantauan" *keinget Organisasi* aaahhh Tuhan tolong.... #NP:LumpuhkanIngatanKu *Curahan Hati* ahsudahlaah kan gue gamau bahas begonoan, oke by the way in the busway (?) hari ini gue akan posting mengenai Filsafat Cina yang kebetulan itu adalah tugas gue, daripada cuma jadi sesuatu yang tak bermanfaat di Laptop mending di Posting hehe
*Kalau mau Copas inget cantumkan sumber Blog ini, biar makin VAROKAH*


Oke, apa yang lau pikirkan ketika lau mendengar FILSAFAT??? Kalo kata wikipedia Filsafat itu....
" Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar.Filsafat tidak di dalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen, dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi, dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berpikir, dan logika bahasa. "

Kalo mendengar kata Cina? apa yang ada dibenak lau? Lagi-lagi kalo kata Wikipedia Cina atau kalo sekarang disebut Tiongkok itu...
" Republik Rakyat Tiongkok (Hanzi Sederhana: 中华人民共和国; Hanzi Tradisional: 中華人民共和國; Pinyin: Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó, disingkat Tiongkok; sejak 28 Juni 1967 hingga 14 Maret 2014 juga disebut Republik Rakyat Tiongkok/RRT atau Republik Rakyat Cina/RRC, literal: Republik Rakyat Tionghoa) adalah sebuah negara yang terletak di Asia Timur yang beribukota di Beijing. Negara ini memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia (sekitar 1,35 milyar jiwa) dan luas wilayah 9,69 juta kilometer persegi, menjadikannya ke-4 terbesar di dunia. Negara ini didirikan pada tahun 1949 setelah berakhirnya Perang Saudara Tiongkok, dan sejak saat itu dipimpin oleh sebuah partai tunggal, yaitu Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sekalipun seringkali dilihat sebagai negara komunis, kebanyakan ekonomi republik ini telah diswastakan sejak tahun 1980-an. Walau bagaimanapun, pemerintah masih mengawasi ekonominya secara politik terutama dengan perusahaan-perusahaan milik pemerintah dan sektor perbankan. Secara politik, ia masih tetap menjadi pemerintahan satu partai. "

Nah karena Cina/Tiongkok ada di Asia, tepatnya di Timur maka.... Lagi... Lagi... Kata Wikipedia Filsafat Timur itu adalah.
Filsafat Timur adalah tradisi falsafi yang terutama berkembang di Asia, khususnya di India, Republik Rakyat Tiongkok dan daerah-daerah lain yang pernah dipengaruhi budayanya. Sebuah ciri khas Filsafat Timur ialah dekatnya hubungan filsafat dengan agama. Meskipun hal ini kurang lebih juga bisa dikatakan untuk Filsafat Barat, terutama pada Abad Pertengahan, tetapi di Dunia Barat filsafat ’an sich’ masih lebih menonjol daripada agama. "

Nah udah kebayang belum Filsafat Cina kayak gimana? Belom? Yaudah deh karena gue baik hati nih ceritanya... Check This Out...

 MEMAHAMI FILSAFAT
          Untuk memahami apa itu Filsafat kita akan mulai dengan Ilmu dan Pengetahuan. Pengetahuan itu dimulai dengan rasa ingin tahu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Ilmu merupakan Pengetahuan yang kita gumuli sejak bangku sekolah dasar sampai pendidikan lanjutan. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan yang belum kita tahu dengan rendah hati bahwa semuanya akan kita ketahui dalam kesemestaan yang seakan tak terbatas ini dan dengan filsafat kita dapat mengoreksi diri, dan berterus terang kepada diri kita sendiri. Pokok permasalahah yang dikaji filsafat adalah logika, etika, dan estetika. Cabang filsafat yang saat ini berkembang adalah Filsafat pengetahuan, filsafat moral, filsafat seni, metafisika, filsafat pemerintahan, filsafat agama, filsafat ilmu, filsafat pendidikan, filsafat hukum, filsafat sejarah, dan filsafat matematika[1]. Filsafat tidak dapat terpisahkan dengan tiga unsur yang membentuk filsafat itu yaitu ada Ontologi yaitu Hakikat apa yang dikaji, lalu ada Epistemologi yaitu cara mendapatkan pengetahuan yang benar, dan yang terakhir adalah aksiologi yaitu nilai kegunaan ilmu.

MEMAHAMI FILSAFAT SEJARAH
            Dalam menunjang proses pembelajaran Sejarah Asia Timur, yaitu dengan Filsafat Cina. Karena mahasiswa sejarah ketika membahas mengenai filsafat Cina ada baiknya kita juga memperhatikan apa itu Filsafat Sejarah, yang merupakan sebuah ilmu pendukung yang membantu kita agar menjadi lebih bijak dalam sejarah, apa lagi pada Program Studi Pendidikan Sejarah yang akan terjun ke masyarakat untuk mengajarkan peserta didik, jadi Filsafat Sejarah sangat dibutuhkan, baru kita akan membahas mengenai Filsafat Cina. Menurut Romein Teori/Filsafat Sejarah adalah untuk menyajikan teori dan konsep yang memungkinkan seorang ahli Sejarah mengadakan integrasi terhadap semua pandangan fragmentaris mengenai masa silam yang mempunyai tugas menyusun kembali kepingan masa silam sehingga kita dapat mengenali wajah aslinya, akan tetapi Filsafat Sejarah tidak mengajarkan bagaimana pengkajian sejarah harus dilakukan, akan tetapi Filsafat sejarah dapat menawarkan pengertian mengenai untung ruginya berbagai pendekatan terhadap masa silam dan menjadikan kita waspada terhadap pendapat keliru mengenai tugas dan tujuan pengkajian Sejarah[2].

ALAM PIKIRAN BANGSA CINA SECARA UMUM
Kedudukan Filsafat dalam peradaban Cina bisa disamakan dengan kedudukan agama pada peradaban-peradaban lai. Di Cina Filsafat seklalu menjadi perhatian bagi setiap orang yang terdidik, karena pada zaman dahulu pendidikan pertama yang ia terima adalah Filsafat, mereka diajarkan Untaian ajaran Confucius, Buku Mencius, Pelajaran Agung, dan Doktrin Jalan tengah keempat buku itu merupakan buku penting penganut paham neo-Confucianisme. Menurut filsuf Cina prestasi yang tertinggi yang dapat dicapai oleh manusia adalah prestasi ketika manusia menjadi bijaksana yang mampu mengidentifikasi dirinya dengan alam semesta. Banyak orang yang menyatakan bahwa Filsafat Cina adalah filsafat dunia ini yang sulit untuk menegaskan apakah benar atau salah, tetapi dalam Filsafat Cina yang terlalu filsofis mmebuat Filsafat Cina kadang kurang dimengerti maknanya, dikarenakan memang ada perbedaan bahsa yang dimengerti, yang berbeda dengan orang kebanyakan[3]. Ada banyak keyakinan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari komunitas Cina, beberapa keyakinan itu terkait dengan kewajiban-kewajiban religious atau dengan misteri keberuntungan di masa depan, lainnya terkait dengan hal-hal yang dianggap orang kain sebagai tahayul tanpa basis faktual, selain mencari peruntungan duniawi di masa datang, tujuan utama orang Cina adalah memelihara sehangat dan sebahagia mungkin hubungan dengan arwah-arwah orang mati[4].
Selama satu abad terdapat dua cara hidup dan berpikir bangsa Cina yaitu cara berpikir secara orang-orang barat, dan cara berpikir secara asli dari nenek moyang mereka, kedua cara ini saling berpengaruh terhadap perkembangan Cina, ratusan tahun yang lalu bangsa Cina lebih menyukai cara hidup seperti nenek moyang mereka dan mereka berpikir sebagai bangsa yang unggul dalam berbagai hal, akan tetapi hal itu bertolak belakang pada akhirnya mengizinkan bangsa lain memasuki wilayahnya, dan memengaruhi kejiwaan mereka. Dalam beberapa hal bangsa Cina mempunyai kemampuan yang kurang baik dibanding bangsa lain, mereka awalnya berpikir mereka unggul dan bangsa barat dikatakan sebagai bangsa biadab akan tetapi mereka ternyata salah malah bangsa barat memilki kelebihan. Orang Biadab dari Eropa itu diketahui mempunyai kelebihan di Medan perang, akan tetapi belum tentu jauh lebih baik dari Romawi, dan bangsa yang dekat dengan alam seperti Eskimo yang mempunyai pengetahuan mengenai satwa. Bangsa Cina jauh lebih menghargai yang bersifat kejiwaan. Komunisme jauh lebih mirip filsafat barat pada umumnya dibanding pemikiran tradisional yang digantikannya di Cina, akan tetapi mereka tidak bersekutu baik dengan bangsa barat, padahal bangsa barat telah banyak dibantu oleh bangsa barat akan tetapi mereka malah melawan bangsa barat juga, dan banyak yang berkesimpulan bangsa Timur penuh dengan teka-teki rahasia. Bangsa Cina menentang demokrasi barat, dan berbalik menjadi Komunis dikarenakan revolusi yang dilakukan rakyat Cina, dikarenakan tertindas dan terpersok dalam jurang kemiskinan, akan tetapi yang lebih menjadi alasan karena kaum cendikiawan yang berhasrat untuk mempunyai kedudukan yang tinggi, terhormat dipandang bangsa lain. Mereka menganggap filsafat barat yang baik dalah komunis, dan mereka menjadikan paham itu untuk digunakan di negara Cina, bahkan partai komunis Cina dikatakan sebagai ahli waris kecendikiaan para pemikir Cina masa lampau. Bangsa Cina berhubungan jarang berhubungan dengan permesinan, namun kebanyakan bangsa Cina menerima alat-alat yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Ciri khas pandangan Cina adalah yang diutamakan bukanlah ketentuan ilahi yang tegas atau ajaran kefilsafatan, melainkan manusia seorang, dan tidak mengutamakan keanggunan lahiriah atau kesejahteraan material, akan tetapi keadaan kejiwaannya. Kebanyakan filsuf Cina menghasilkan pemikiran yang dihadapi manusia secara tetap, dan suatu masalah yang kita hadapi pada masa ketika masalah itu ditulis, karena dunia ini semakin rumit maka dampak tekanan terhadap jiwa manusia menjadi suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan, orang Cina menjadi manusia yang mencari cara memungkinkan merela hidup bersama orang lain, tanpa tersaingi oleh mereka, dan hidup didunia tanpa ditekan oleh dunia. Peradaban Cina merupakan peradaban yang berbeda dengan peradaban kita, dalam berbagai hal peradaban kita lebih tinggi daripada peradaban Cina, akan tetapi diberbagai hal yang lain peradaban Cina lah yang memiliki peradaban yang tinggi dibanding peradaban kita. Dengan demikian kita dapat katakan memandang bangsa Cina sebagai suatu laboratorium sosial besar, yang ada didalamnya selama tiga ribu tahun sejarah yang tercatat, pria dan wanita mengerjakan hal-hal dengan gagasan-gagasan  serta lembaga-lembaga yang sering berbeda dari hal-hal yang kita kerjakan dan akan membahas untuk mengetahui sesuatu yang berlangsung sampai sekarang  dan mengetahui maknanya[5]. Orang Cina memandang alam bukan sebagai rangkaian yang mati, tapi sebagai organism yang hidup dan bisa bernafas. Mereka melihat rantai emas kehidupan spiritual yang membentang di setiap bentuk eksistensi dan mengikat, sebagaimana sistem dalam tubuh organism hidup dan apa saja yang berada antara langit dan bumi[6]

 PENGAJARAN CONFUCIUS
Confucius lahir pada 551 SM di Negara Lu disuatu daerah yang kini menjadi Propinsi Shantung. Dengan kesederhanaannya menjadikan dia hidup lebih dekat dengan rakyat dan kaum bangsawan. Ia berkeyakinan bahwa meskipun patut disesalkan, namun ada masa yang mengharuskan digunakannya kekerasan oleh manusia-manusia yang bermoral untuk mencegah tidak perbudakan yang satu-satunya sebagai cara penyelesaian terakhir. Dia menjadi sosok yang suka berbicara dan memberikan pengajaran kepada khalayak ramai, hanya di kelompok kecil saja dan dia memiliki daya tarik yang luar biasa. Alasan kuat mengapa Confucius menyimpang dari pola sekolah tradisonal dikarenakan Confucius mengharapkan para muridnya agar memainkan peranan yang dinamik untuk merombak pemerintahan manapun yang mereka ikut ambil bagian di dalamnya dan membuat agar memenuhi kebutuhan rakyat. Ia mengupayakan muridnya menjadi chun tzu dan memilih muridnya tanpa memandang kedudukan calon muridnya, dan muridnya yang paling miskin sekalipun akhirnya menjadi seorang penjabat yang memiliki pengaruh yang tinggi dan membuktikan bahwa Confucius menyiapkan pendidikan yang siap dalam terjun ke pemerintahan dengan pengajaran-pengajarannya. Walau tidak memandang kedudukan Confucius sangat memperhatikan kemampuan akal dalam pemilihan muridnya, karena ia ingin yang berkedudukan rendah juga dapat menjadi Chun Tzu. Ia mengajarkan kepada muridnya bahwa ketika muridnya bertemu dengan rakyat atau orang lain jadikan itu seperti sebuah sesuatu yang sakral dan terhormat, dan pengajaran itu berbeda sekali dengan yang dilakukan oleh kaum ningrat. Seluruh sistem etika dan filsafatnya memang berdasar pada apakah hakikat manusia itu sendiri yaitu sebagai makhluk sosial. Konsepsi Tao sebagai jalan/cara dalam berperilaku (baik/buruk) merupakan jalan yang seharusnya diikuti manusia, manusia dapat memperbesar jalan, tetapi jalan itu tidak dapat memperbesar manusia ialah suatu jalan/cara bertindakan, merupakan suatu tindakan yang dijiwai oleh cita-cita keadilan yang merupakan suatu yang beragam sesuai dengan orang seorang dan keadaan fungsi jalan hampir sama dengan fungsi “Iman” bagi orang Kristen. Ia beranggapan sajian korban secara tradisional seyoginya dilakukan dan dia menentang korbanan manusia dan akhirnya praktik itu dapat berkurang. Ia mengklaim tidak mengambil kebenaran yang dalam dan meraba kebenaran dengan analisa untuk mencapai pemahaman banyaklah mendengar, saringlah mana yang baik dan ikutilah. Banyaklah melihat dan ingatlah. Confucius lebih dekat kepada hal yang konkret[7].
Confucius dalam sejarah Cina telah diakui sebagai orang yang berpengetahuan sangat luas ia memandang dirinya sebagai sebagai pewaris dan pelestari peradaban kuno, dan dipandang demikian juga oleh sejumlah orang yang hidup sezaman dengannya, walau secara Historis ia dipandang hanya sebagai seorang Guru saja, setelah masa-masa kedepannya sesuai perkembangan waktu Confucius dikenal sebagai Sang Guru (yang kedudukannya lebih tinggi daripada Guru, sang Guru dapat diibaratkan merupakan guru tunggal yang besar). Di masa Confucius pula Cina kembali menghadapi perubahan ekonomi dan sosial yang sangat luar biasa[8].

PENGAJARAN MAO TZU
Mon Tzu melepaskan diri dari Confusianisme dan mendirikan mazhabnya sendiri, tetapi dalam banyak pandangan mereka sepakat dengan Confusianisme. Mo Tzu dan Confusianisme sama kurang sekali menaruh perhatian untuk mengajar orang berpikir sendiri, daripada Confucius, dan lebih menaruh perhatian untuk membentuk aturan tetap yang harus mereka ikuti. Para penganut Moisme dikemudian hari dalam tulisannya mengenai dialektika menolak banyak aturan dan dalil yang dikemukakan para penganut Dialektika. Ajaran Mo Tzu kurang mempunyai daya tarik yang tahan lama bagi bangsa Cina. Meskipun Mo Tzu memberi sumbangan penting bagi berkembangnya minat terhadap logika, namun penalarannya sendiri tidak logis serta aneh[9]. Disamping sanksi-sanksi keagamaan, pengajarannya juga mengenai sanksi-sanksi Politik yang menguraikan teorinya tentang asal mula negara ia berpendapat bahwa otoritas penguasa sebuah negara berasal dari dua sumber yaitu kehendak rakyat dan kehendak Tuhan, tugas utama penguasa adalah mengawasi segala aktivitas rakyat, memberikan ganjaran kepada orang yang mempraktikan kasih semesta, dan hukuman bagi yang tidak menjalankannya. Negara harus menjadi totaliter dan otoritas penguasa yang mutlak, karena menurutnya negara itu dibentuk untuk supaya benar-benar dapat mengakhiri kekacauan dari hal yang benar dan salah dan Fungsi Utama negara menurutnya adalah menyatukan standar[10].

PENGAJARAN MENCIUS
Mencius, adalah penduduk asli negara Tsou sekarang ini berada di bagian Selatan Shantung di Cina Timur, Mencius mewakili sayap idealistik dari Confucius, menurutnya semua manusia mempunyai hati yang tidak bisa ditahan (melihat penderitaan) orang lain seperti ketika melihat anak kecil jatuh dalam sumur, manusia akan merasakan pilu dalam hatinya[11]. Tampaknya pemikiran Mencius ini memberitahu kita mengenai rasa peduli terhadap sesame manusia, yang kita rasakan saat kita peristiwa yang menujukkan sikap empati terhadap sesama manusia. mereka yang meninggalkan Mo Tzu, beralih ke Yang Chu dan yang meninggalkan Yang Chu beralih ke Confusianisme. Gagasan-gagasan Mencius setara dengan gagasan Plato dari Segi Sejarah maupun isinya. Mencius merupakan Pribadi yang sangat menarik dan Canggih mempunyai kelebihan dan kekurangan dan ia tidak berpandangan sempit, ia belajar pada cantrik Cucu Confucius, Tzu-ssu tampaknya ia bersikap sama demokratisnya dengan Confucius dalam hal menerima murid dari kalangan rendah. Agaknya tujuan utama Mencius ialah membuat muridnya mendapat jabatan sebagai menteri utama suatu negara sehingga dapat menerapkan prinsip yang diajarkannya. Perbedaan Mencius dan Confucius dalam bunga rampai masing-masing dijelaskan bahwa Confucius bebearapa kali terus terang mengungkapkan kesalahnnya, tetapi Mencius tidak. Mencius berpendapat bahwa adalah jauh dibawah martabat seorang sarjana seperti dia bila ia dipanggil menghadap penguasa tetapi ia menggarisbawahi pentingnya menyenangkan hati keluarga penguasa yang turun-temurun. Dia menaruh minat pada hirarki Feodalisme. Dari pokok program politik Mencius sangat sederhana yaitu bahwa kebajikan membawa keberhasilan dan dia juga menjadi filsuf yang menitikberatkan ekonomi. Mencius berpendapat segenap manusia dilahirkan dengan jenis kodrat manusiawi yang sama bahwa Kodrat manusia adalah baik. Sejauh ini hanya sedikit dari filsafat Mencius mengenai kodrat manusia dan dalam psikologisnya yang tidak selaras dengan Confucius[12].

TAOISME DAN NEO-TAOISME
          Taoisme dalam perkembangannya dapat kita bagi menjadi tiga masa waktu yang berbeda dengan perkembangan gagasan yang sama bahkan berbeda dalam setiap gagasan-gagasan. Gagasan yang pertama datang dari Yang Chu Buku Mencius mengataka  bahwa prinsip Yang Chu Setiap orang mengurus dirinya sendiri, walaupun ia bisa menguntungkan seluruh dunia dengan sehelai rambutnya, niscaya ia tidak akan melakukannya. Filsafat Taoisme bertujuan untuk menyelamatkan hidup dan menghindarkan hal-hal yang merugikan[13]. Fase kedua Taoisme adalah Lao Tzu  yang artinya “Tuan Tua”, ia merupakan seorang penduduk asli negara Ch’u yang sekarang berada di sebelah selatan Provinsi Honan. Lao Tzu mempunyai pemikiran mengenaisesuatu yang tidak bisa diberi nama. Misalnya, Universalia, terletak diluar ruang dan bangun, namun bukannya tidak bisa diberi nama. Namun di sisi lain tentulah yang tidak dapat diberi nama itu sebagian besar terletak diluar ruang dan bangun. Tao atau jalan yang dianut oleh pengikut Taoisme adalah konsep semacam ini. Yang tidak bisa diberi nama merupakan permulan langit dan bumi, Taoisme berpendapat bahwa karena adanya sesuatu, maka seharusnya ada sesuatu yang dengannya sesuatu itu menjadi ada[14]. Fase Taoisme yang terakhir adalah Chuangzhu. Dalam gagasannya mengenai kebahagiaan relatif dapat dikatakan bahwa terdapat berbagai tingkatan dalam mencapai kebahagiaan, Perkembangan bebas dari kodrat kita bisa mengarahkan kita kepada jenis kebahagiaan relative, kebahagiaan mutlak dapat dicapai lewat pemahaman yang mendalam terhadap kodrat dari segala sesuatu. Ia menentang pemerintahan Formal, yang baik adalah bukan melalui pemerintahan[15].Selanjutnya muncul Neo-Taoisme Kuo Hsiang memberikan sebuah penjelasa teoretis tentang manusia yang memiliki pikiran atau jiwa yang melampaui perbedaan segala sesuatu, sekaligus merupakan orang yang menjalankan hidup berdasarkan diri sendiri, bukan berdasar orang lain. Kualitas manusia yang seperti imi dikenal di Cina sebagai Feng Liu, dalam Neo-Taoisme dapat dikatakan sebagai masa Filsafat kaum penganut sentimentalisme[16].

HSUN TZU
Hsun Tzu Seorang penjabat dan sangat dihormati sebagai sarjana yang termahsyur. Pengaruhnya terhadap bentuk yang pada akhirnya menjadi milik Confusianisme luar biasa besarnya dan menjadi “pemberi bentuk Confusianisme kuno” Filsuf yang cemerlang tetapi ia tidak percaya akan kemanusiaan. Ia juga menjadi filsuf yang membahas mengenai Teori bahasa, mengajukan beberapa pertanyaan mengenai bahasa, dan mencoba untuk menjawabnya. Hsun Tzu menerangkan sejelas-jelasnya bahwa ia tidak percaya bahwa nama-nama yang diberikan kepada sesuatu ditetapkan secara ilahi, nama tidak secara batiniah disesuaikan dengan hal yang diwakilinya. Hsun Tzu menggunakan prinsip yang ia tetapkan mengenai bahasa untuk menganalisa serta menghancurkan proposisi-proposisi yang rancu dalam filsafat saingannya. Pernyataan paling mahsyur adalah bahwa kodrat manusia adalah buruk, yang ia lawankan dengan pendirian Mencius bahwa kodrat manusia adalah buruk, yang ia lawamankan dengan pendirian Mencius bahwa kodrat manusia adalah buruk, yang lawankan pendirian Mencius bahwa kodrat manusia adalah baik, ia melihat kejujuran moral sangat menarik dari rakyat jelata Cina dan berkesimpulan bahwa segenap rakyat Cina tidak jujur. Manusia bukan hanya buruk menurut kodratnya pada waktu dilahirkan, melainkan segenap manusia juga dilahirkan sama, dan diam-diam dia mengakui bahwa manusia bijaksana dalam kenyatannya menjadi baik oleh upaya mereka sendiri tanpa bantuan guru. Hsun Tzu hidup pada suatu masa yang banyak kesamaannya dengan masa hidup kita sendiri, yang ciri-ciri khasnya berupa kerusakan moral, peperangan yang sering terjadi, dan perasaan  bahwa maut sudah diambang pintu. Ia mengesampingkan gagasan mengenai Tuhan karena menurutnya Tuhan sekedar tatanan Alam. Hsun Tzu memandang pembagian kedalam kelas-kelas bukan terutama sebagai pembagian kelas yang didasarkan atas keturunan, dan gagasan mengenai pemerintah hakikatnya sama dengan gagasan Confucius, meskipun menpunyai pengetahuan mengenai Taoisme namun ia tidak terpengaruh olehnya[17].

FILSAFAT LEGALISME
Filsafat Legalisme merupakan filsafat yang memerhatikan keadaan karena rakyat kadang-kadang tidak patuh, filsafat kontrarevolusi yang berupaya mempertahankan kekuasan sah penguasa terhadap tuntutan yang semakin keras yang penguasa, dan pemerintah  mana pun yang tidak dapat memuaskan rakyat harus dikutuk. Penganut Legalisme menganjurkan pemerintah terpusat yang kuat yang harus menjalankan kekuasaan mutlak disertai ancaman hukuman berat. Mereka dikatakan sebagai Pembaharu mereka berupaya mencegah keluarga besar, yang merupakan lembaga yang sudah berusia berabad-abad. Meskipun Legalisme merendahkan Confusianisme, tetapi mereka mempunyai kesamaan yaitu sama menyesali mengenai keruntuhan susunan yang kacau kalau pada masa-masa itu, dan menghormati nama baik Confucius. Hsun Tzu merupakan semacam penghubung antara Confusianisme dengan Legalisme, namun ajarannya bahwa kodrat manusia itu buruk dan ototerisme yang dianutnya cenderung Legalisme. Pandangan Legalisme terhadap kodrat manusia berbeda dengan pandangan Confusianisme. Penganut Legalisme mempunyai landasan yang paling kokh dalam penegasannya mengenai perlunya cara penyelengaraan pemerintahan, yaitu Shu, bagi perilaku pemerintah. Wawasan mengenai hukum yang dianut oleh Legalisme sangat lebih mirip dengan wawasan barat dibanding yang dianut Confusianisme, namun tujuannya sangat berbeda dari apa yang kita pandang secara umum sebagai tujuan hukum[18].

EKLETISME DALAM DINASTI HAN
Sifat kekolotan Confusianisme, dan kedudukannya di Cina selama duaribu tahun terakhir dipengaruhi secara mendalam oleh apa yang dinamakan kejayaannya pada masa dinasti Han. Menghadapi suatu pemerintahan yang secara teori dalam batas-batas tertentu sesuai dengan gagasan-gagasan Confusius mengenai bagaimana seharusnya suatu pemerintahan yang secara teori dalam batas-batas tertentu sesuai dengan gagasan Confucius mengenai bagaimana seharusnya suatu pemerintahan yang diselenggarakan untuk rakyat, oleh para menteri yang dipilih oleh penguasa, yang menyerahkan kekuasaan penyelenggaraan pemerintah ke tangan mereka. Pada masa berkuasanya Dinasti Han, Confucianisme pada pokoknya merupakan ajaran yang dianut kaum ningrat serta orang baik-baik pemilik tanah kaya. Pemikiran yang legalistic sama sekali belum mati. Meskipun para penganut Confusianisme mempunyai keyakinan yang kuat bahwa mereka seharusnya memegang jabatan utama dalam pemerintahan, namun mereka terlampau disibukkan oleh persoalan  yang menyangkut adat kepercayaan , metafisika serta kepustakaan, untuk mengahadapi masalah duniawi yang menyangkut penyelengaraan rumah tangga kemaharajaan. Adalah suatu yang wajar bahwa manusia ingin melakukan suatu yang mudah. Sikap elektik yang dipunyai para penganut Confusianisme tidak sedikit dan sulit untuk menemukan Confusianisme yang murni pada dinasti Han. Pada masa berkuasanya dinasti Han bahkan kita dapati bangsawan yang berkedudukan sangat tinggi menjatuhkan hukuman atas penganiyaan budak, dan keadaan ini memsutahilkan keraguan bahwa untuk sebagian besar hal ini merupakan hasil penerapan kemanusiaan Confusianisme. Kemenangan Legalisme ialah karena penyelenggaraan pemerintahan negara dalam kenyataannya bersifat Legalsitik. Gagasan yang secara khas dipunyai oleh masing-masing filsafat utama dapat dikatakan meraih suatu kemampuan tertentu. Apa yang disebut Confusianisme pada masa Dinasti Han sebagian besar sesungguhnya adalah Taoisme. Dan Confusianisme mengalami banyak perubahan pada masa ini, berpendapat bahwa tidak mubgkin mengingkari kegelisahan dunia, untuk sebagian karena sebagian terbesar diantara mereka hidup msikin dan ambil bagian dalam kegelisahan itu[19].

BUDDHISME
          Masuknya Buddhisme di Cina telah menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Cina, sejak kedatangannya, Buddhisme telah menjadi faktor utama dalam Peradaban Cina, khususnya yang memberikan pengaruh terhadap agama, filsafat, seni, dan kepustakaan. Walaupun banyak mazhab dalam Buddhisme, secara umum mereka yakin dan percaya bahwa dalam dunia ini konsep “Karma”, semua fenomena yang terjadi pada semesta makhluk individu merupakan manifestasi dari jiwanya, akibatnya itu merupakan balasan karma. Karma sendiri dapat dikatakan sebagai sebab dan balasannya dari akibat yang keberadaan seorang Individu disusun dari rangkaian sebab dan akibat[20].
Sekitar awal Tarikh Masehi, Buddhisme tersebar ke Cina dan India, hal ini mempunyai arti yang jauh melebihi kedatangan suatu agama begitu saja. Kita mungkin mengira bahwa tujuannya ialah agar seseorang terlahir kembali seseorang menduduki kasta tertinggi atau dewa para penganut Buddhisme menyebutnya Nirwana dan dapat ditafsirkan dengan berbafai cara, namun pada hakikatnya tujuan itu ialah suatu keadaan yang didalamnya seseorang tidak lahir kembali. Buddhisme timbul dikarenakan latarbelakang dari Hinduisme, nama keluarga yang sering dipakai untuk menyebut Buddha ialah Gautama. Dalam alam pikiran Cina biasanya Taoisme dan Buddhisme saling berhubungan dan banyak istilah dipakai dalam terjemahan kitab-kitab, ada banyak hal dalam Buddhisme secara cepat dan tak terduga sebelumnya dan tidak sesuai dengan selera bangsa Cina, Buddhisme di Cina tidak hanya menawarkan kelepasan dan kelahiran kembali kepada orang yang baik dan tawakal, melainkan juga memberikan gambaran yang jelas mengenai siksaan yang akan dialami orang jahat didalam neraka banyak jumlahnya dalam Buddhisme, Buddhisme mempunyai daya tarik bagi akal, hati dan mata dengan pemandangan mata yaitu dengan pagodanya, suatu kekeliruan bahwa Buddhisme Cina merupakan manusia dungu yang senantiasa berbicara mengenai sihir dan takhayul murahan. Meskipun berhasil luar biasa di Cina tetapi senantiasa mengesampingkan banyak keanggunan Mahayana dan menjadi menyerupai Taoisme dini[21].

NEO-CONFUSIANISME
Neo-Confucianisme, dapat dibagi menjadi beberapa fase dalam perkembangannya, yang pertama adalah Kosmologi melalui transformasi yang, penyatuan Yin, air, api, kayu, logam, an tanah dapat dihasilkan unsur itu didifusikan kedalam aturan yang harmonis dengan empat musim yang berproses . Yin dan Yang merupakan lembaga tertinggi dan tunggal, inti tertinggi secara fundamental masing-masing memiliki partikular sendiri. Neo- Confucianisme akhirnya terbagi menjadi dua mazhab deikenal sebagai Mazhab Hukum atau Prinsip, dan Mazhab Jiwa Universal[22].
Neo-Confusianisme tidak mengupayakan keabadian hidup atau takut akan kematian, bagi mereka kematian adalah peristiwa yang wajar bila maut tiba, pada akhir suatu kehidupan yang panjang dan bermakna, mereka menyadari bahwa sudah waktunya untuk beristirahat.Neo-Confusianisme diserang menyimak bahwa sebagian besar orang yang hidup semasa dengannya, yang mendalam pengetahuannya tentang Neo-Confusianisme hanya sedikit mengambil tindakan menentang keburukan yang merusak moral dan menindas rakyat. Para penganut Confusianisme memandang rendah tentara , tetapi Yen Yuan memandang mulia tentara, didalam Confusianisme suatu tolak ukur baru mengenai kewibawaan menetap dimasuk-masukan atau asas semesta. Tai Chen boleh dikatakan istimewa gagasannya tidak dipahami dengan baik, bahkan juga pada masa hidupnya. Sumbangan yang diberikan sebagian anggota mazhab menyerah kepada gidaan dalam penelahaan, sehingga sumbangan para pakar kejuruan, yang mengetahui “semakin banyak mengenai sesuatu semakin sedikit”[23].

PENGARUH DUNIA BARAT
Rahasia kekuatan bangsa barat yang sebenarnya terutama  terletak pada sikap setia kawan antara pemerintah dengan rakyatnya, bangsa Cina semakin lama semakin menyadari bahwa mereka tidak dapat bertahan dengan pemikiran tradisionalnya, dan untuk mengusir bangsa asing juga maka mereka harus mau tidak mau menjadi bangsa yang di-barat-kan. Demokrasi barat dikumandangkan di Cina oleh sejumlah misionaris Kristen , suatu perkumpulan Revolusioner yang dipimpin oleh Sun Yat sen pada 1905 menetapkan sebagai tujuannya “kebebasan, kesamaan, dan persaudaraan”, Confusianisme tetap mempunyai pengaruh terhadap setiap orang Cina tetapi para pemikir Cina sepakat bahwa filsafat barat merupakan filsafat masa depan, dan Confusianisme dipandang sebagai filsafat masa lampau. Dalam keadaan menguntungkan Cina berkembang menjadi suatu bangsa yang memiliki banyak cirri khas demokrasi barat. Marxisme dan Komunisme tumbuh dengan dipimpin para pekerja, dan pata petani yang bergairah mendukung komunisme, kaum komunis berjanji akan akan menghapuskan pemerintahan imperialis dari permukaan bumi, dan kenyataan lain bahwa di Cina terdapat kekecewaan terhadap Demokrasi. Telah terjadi dengan bukti-bukti menunjukkan bahwa dengan berbagai cara khusus telah terjadi perubahan yang tidak dapat dikesampingkan sebagai perubahan dangkal. Akan tetapi dapat dipastikan bahwa semakin lama banyak unsur tradisi Cina yang dikatakan feodal dan reaksioner secara berangsur akan mendapatkan tempat penghormatannya kembali. Dan tidak menutup kemungkinan Confucius mungkin akan diagungkan sebagai pelopor yang mendahului Marx, Lenin, Stalin, Mao Zedong, seorang pahlawan Cina baru[24].

FILSAFAT CINA MODERN (FUNG YU LAN)
            Setelah tadi sudah dibahas mengenai Filsafat Cina Klasik, agar tulisan ini menjadi lebih baik lagi dalam menceritakan Sejarah Filsafat Cina, saya akan menjelaskan mengenai Fisafat Cina Kontemporer/ modern. Fungsi sejarah Filsafat sendiri menurut Fung Yu Lan untik menceritakan kepada kita apakah kata-kata daru filsuf di masa lampau benar-benar berarti bagi mereka sendiri, dan bukan menceritakan apa seharusnya yang menurut kita sendiri. Filosofis pada masa Prang Tiongkok-Jepang cenderung filosofis idealistik atau bisa dikatakan Lu-Wang dan di kampus lain  mengarah pada analisis logic dengan kecenderungan Realistik yang platonic atau Ch’eng Chu. Berpikir Filosofis atau berpikir Metafisis, bermula dengan pengalaman bahwa sesuatu itu ada, sesuatu itu berupa sensasi, emosi, atau sesuatu yang lain. Watak Filsafat tidak bisauntuk menambah pengetahuan kita yang berkenaan dengan hal-hal yang nyata, tetapi Filsafat sangat dibutuhkan dalam proses peningkatan kualitas jiwa kita. , oleh karena sifatnya yang reflektif, pada akhirnya filsafat harus juga memikirkan “sesuatu” yang secara logis tidak dapat dijadikan sebagai objek pikiran. Hal yang secara logis tidak dapat dimengerti, melampaui batas pengalaman, hal yang tidak dapat dipikirkan dan dimengerti, melampaui batas intelektual. Dari empat lingkungan dapat diklasifikasikan bahwa dua lingkungan merupakan adalah pemberian alam, dan dua lingkungan berikutnya ciptaan jiwa. Lingkungan kehidupan yang belum tersentuh keburukan adalah tingkat yang terendah, kemudian lingkungan yang berdasarkan faktor manfaat di posisi kedua, dan lingkungan yang mencapai posisi lebih tinggi dan paling tinggi hal itu tercipta bahwa tingkat pertama tidak memerlukan pemahaman dan kesadaran, tingkat kedua dan ketiga lebih memerlukan pemahaman dan kesadaran , dan lingkungan keempat memerlukan pemahaman dan kesadaran paling banyak. Lngkungan kehidupan berdasarkan faktor moral merupakan lingkungan nilai moral, dan yang melebihi itu disebut supermoral yang dalam filsafat Cina menempatkan diri filsafat Cina ke lingkungan keempat. Dan metodolofi Metafisika yang dikembangkan oleh Fung Yu Lan terdiri dari dua metode yaitu positif dan negatif. Metode positif memilkik esensi membicarakan tentang objek metafisika yang diselidiki, dan Metode Negatif justru tidak berbicara tentang itu. Metode negatif akan menjelaskan aspek-aspek yang tidak dapat digambarkan dan dianalisis secara Positif[25].



[1] Filsafat Ilmu : Sebuah pengantar populer Halaman 20-32
[2] Refleksi tentang Sejarah Halaman 1-12
[3] Sejarah Filsafat Cina Halaman 1-18
[4] Chinnese Beliefs Halaman 1-7
[5] Alam Pikiran Cina Halaman 1-10
[6] Chinnese Beliefs Halaman 14
[7] Ibid Halaman 27-48
[8] Sejarah Filsafat Cina Halaman 59-61
[9] Alam Pikiran Cina Halaman 49-72
[10] Sejarah Filsafat Cina Halaman 74-76
[11] Ibid Halaman 87-89
[12] Alam Pikiran Cina Halaman 73-98
[13] Sejarah Filsafat Cina Halaman 77-79
[14] Ibid halaman 119-120
[15] Ibid halaman 134-136
[16] Ibid Halaman 301
[17] Alam Pikiran Cina Halaman 123-144
[18] Ibid halaman 145-170
[19] Ibid Halaman 171-198
[20] Sejarah Filsafat Cina Halaman 315-318
[21] Alan Pikiran Cina Halaman 199-216
[22] Sejarah Filsafat Cina Halaman 351 & 366
[23] Alam Pikiran Cina Halaman 217-248
[24] Ibid 249-272
[25] Sejarah Filsafat Cina Halaman 429-440

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oke sekian Filsafat Cina kali Ini *loh*
Sekian posting gue kali ini maksudnya hehe :D 

" KARENA BERBAGI ITU INDAH* "

NB : *Iyasih Indah, tapi jangan lupa cantumkan sumbernya... :p


Terimakasih and BHAY

Sabtu, 19 Desember 2015

Mengucap Syukur Yuk

Betapa kita tidak bersyukur
bertanah air kaya dan subur;
lautnya luas, gunungnya megah, menghijau padang, bukit dan lembah.

Refrein:
Itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa;
itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa.

Itulah sepenggal lagu dalam kidung jemaat yang nada dan liriknya sangat bagus sekali, mengingatkan kita untuk menjadi pribadi yang bersyukur terhadap bangsa dan tanah air kita, Puji Tuhan kita tinggal di negeri yang "cukup" damai, berbeda dengan negara di Timur tengah sana. Mengucap syukur adalah suatu yang harus kita lakukan loh teman-teman Yesus saja yang mulia melakukan pengucapan syukur seperti tertulis pada Yohanes 11:41 (TB)  "Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.".  Yesus sosok yang mulia saja melakukan ucap syukur loh, kadang aku sebagai manusia kurang pandai bahkan hingga lupa dalam mengucap syukur, ya kadang rencana yang tak sesuai lah yang menjadikan itu, padahal kalau kata Alkitab di Yeremia 29:11 (TB)  "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." yaaps rancangan damai sejahtera teman bukan rancangan yang kecelakaan, dan di dalam perjanjian lama dikatakan pula dalam Mazmur 33:11 (TB)  "tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun." yups rancangannya ia tetap loh. Hmm bisa jadi juga dalam berencana kita kurang menyerahkannya pada Tuhan, yang menyebabkan kita kurang dalam mengucap syukur seperti tertulis dalam Amsal 16:3 (TB)  "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.". Yupz rencana Tuhan itu besar banget yah, banyak banget hal yang kecil dan besar yang patut ku syukuri semisal saat berangkat kuliah di TransJakarta ku duduk saat melihat sebuah jajaran gedung kadang ku bertanya "ah bener gw kuliah disini, ah bener kah gw kuliah di PTN, ah bener kah gw di kuliahin dengan beasiswa"... Ya Tuhan nikmatMu bapa, rencanaMu yang jadi Tuhan kadang suka gak percaya aja sama apa yang Tuhan kasih, karena kasih dan penyertaanNya yang pasti yang bisa bikin aku sampai saat ini, kadang hal itu juga bisa berkurang dalam mengucap syukur banyak ngeluh si saat kuliah hingga hari ini ya keluhan akan tugas dan organisasi yang menghimpit. Ya, saat ini ku sedang mencoba menjadi pribadi yang pandai bersyukur, dengan kalimat penuh makna "Terimakasih Tuhan", Ahh tak terhitung deh pertolongan Tuhan, Karena dalam Mazmur 121:2 (TB)  "Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. " lalu dalam, Mazmur 124:8 (TB)  "Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.", yups pertolongan itu dari Tuhan dan pertolongan itu selalu ada dan dekat dengan kita, yuk jadi pribadi yang setia dan selalu mengucap syukur seperti yang tertulis dalam Alkitab di 1 Tesalonika 5:18 (TB)  "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.".


"Puji Tuhan, Haleluya, Terimakasih Tuhan"

Cibinong, 19 Desember 2015

NB :
Puji Tuhan yah sebentar lagi Natal (6 Hari lagi) 25 Desember 2015, dan Tahun baru (13 Hari lagi) 1 Januari 2016. Puji Tuhan akan natal dan tahun baru yang akan tiba, semoga kasih, sukacita, dan damai natal akan menyertai kita semua :) Amin.

Kamis, 19 November 2015

Ketika aku Tercengang....

Ketika aku tercengang bahkan kagum... Entahlah xD

Note :
Ini kisah nyata ku kok beneran deh gak bohong, dan ini juga bukan serius apalagi dan yang pasti ini bukan iklan terselubung -__-


Di Senin Kemarin rasanya mager aja buat kuliah, ku niatkan berangkat pukul 05:50 WIB dari rumah, dan sampai kampus kira-kira pukul 08.00, perjalanan yang melelahkan yah?. Hmm dan seiring waktu berjalanan di 3 mata kuliah Senin Kemarin, DITIADAKAN semua. Yupz sedih hati gue wkwkwk. Oke kali ini setelah melakukan pemikiran-pemikiran, yang ternyata ku terlalu sibuk dengan urusan organisai dan (hampir) melupakan tugas akhir perkuliahan, tepatnya mata kuliah Filsafat Sejarah. Dan kali ini agar tidak sia-sia ke kampus, dengan 5 orang teman gue pergi ke Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara yang berada didaerah Rawasari, dengan jalan kaki dari Rawamangun ke Rawasari dan bermodal nekat karena gaada yang tau alamat kami pun pergi kesana, hmm walaupun banyak kebingungan akhirnya niat baik kami dapat terwujud kami menemukan STF Driyakara itu, yang terletak di sebuah jalan pemukiman warga. STF ini saya kira merupakan STF yang ramai dengan mahasiswa, tetapi perkiraan saya salah, STF ini sunyi sekali keadaannya. Pertama kali menginjakkan kaki ditempat ini, ku sangat jatuh cinta akan suasana di lingkungan akademis ini. STF yang hijau, sunyi, nyaman, dan adem. Jarang menemukan hal ini di Jakarta haha. Setelah bertanya dengan orang-orang disana, kami pun menuju perpustakaannya buat mencari buku. Setelah mencari-cari buku di Katalog online, kami temukanlah buku-buku mengenai filsafat asia selatan, Indonesia, dan asia timur. Setelah memberikan nota peminjaman buku, kami pun harus menunggu selama  kurang lebih 1 jam untuk pencarian buku, dan untuk mengisi waktu kami pun makan siang di Warteg pinggir jalan hehe (harga makanan pas di kantong mahasiswa). Setelah makan, kami ke perpus STF kembali lalu membaca bukunya, dan memfotocopy nya serta tak lupa ngambil beberapa bacaan gratis yang disediakan untuk dibaca dirumah, lalu kami pulang ke tempat masing-masing.

Beberapa hal yang membuat saya salut akan STF Driyakara adalah para sivitas akademikanya yang sangat ramah, banyak sekali orang-orang yang menyapa kami dengan ucapan "selamat siang" dan "darimana", dan itu mereka lakukan duluan kepada kami, yang jelas-jelas ada orang asing ditempat itu, terus tak sungkan mereka untuk melemparkan senyumnya ke kami, dan sungguh pelayanan Perpustakaannya menurut saya baik sekali, dengan lingkungan perpustakaan yang sejuk dan bersih, serta petugasnya yang siap melayani dan ramah. Sungguh suatu lingkungan akademis yang patut dicontoh kebaikan pelayanan dan sivitas akademikanya. Dan lingkungan yang sunyi pula tepat menurut saya untuk melakukan perenungan, karena dari STF inilah lahir para pemikir-pemikir handal Indonesia, dengan Akreditasi Prodinya mendominasi nilai "A". Hmm dan menurut saya para sivitas akademis disana pun tak enggan untuk melakukan diskusi bersama, karena saya lihat dua orang, yang satu merupakan petugas pelayan perpustakaan dan yang satu sepertinya dosen/mahasiswa S2-S3 yang tanpa canggung mereka untuk berdiskusi tanpa melihat latar belakang mereka. Dan sepertinya walau mahasiswanya sedikit, tetapi daya juang dan semangat belajar di perpustakaannya tak pernah padam wiihh perlu diacungin jempol STF ini. Hmm mungkin hal-hal itu terjadi sebagai pengaplikasian mereka kali yak karena mempelajari Filsafat dan perkembangannnya (mungkin). Yah semoga minimal dari saya sendiri bisa seperti mereka dan menyebar juga di lingkungan kampusku, bahkan semua kampus Aamiin. Baiklah sekian postingan ini, sampai bertemu di postingan selanjutnya hehe.


#SalamMenginspirasi

MOTTO ::

JADIKANLAH HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI KEMARIN DAN BUATLAH HARI ESOK LEBIH BAIK DARIPADA HARI INI!!!!

Mengenai Saya

Foto saya
Cibinong-Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Sedang merangkai masa depan, dan menempuh pendidikan Di Universitas Negeri Jakarta angkatan 2014

Blog Teman :

MOTIVASI ...:::...:::

PERCAYALAH AKAN KEMAMPUAN DIRIMU SENDIRI, ITU AKAN MENGHINDARKAN KAMU DARI ORANG-ORANG YANG INGIN MEMATAHKAN SEMANGATMU...